Mercinews


Waketum MUI: Akhiri Kampret dan Cebong, Kita Saudara

d278ffca 51c0 425c 82b5 99e70b0efad3 169 - Waketum MUI: Akhiri Kampret dan Cebong, Kita Saudara
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Sa'adi Foto: Ari Saputra/detikFoto

Jakarta, Mercinews.com – Rakyat Indonesia diminta bersatu usai pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. Jangan ada lagi perpecahan antara kubu Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Dengan berakhirnya pencoblosan hendaknya seluruh masyarakat kembali merajut tali silaturahmi dan persaudaraan yang selama ini tercabik-cabik, terkotak-kotak, dan terbelah,” kata Wakil Ketua Umum MUI Pusat Zainut Tauhid Sa’adi kepada wartawan, Jumat (19/4/2019).

Zainut mengatakan, selama masa kampanye banyak masyarakat yang ‘perang’ di medsos karena beda pilihan. Bahkan ada pula yang sampai berkonflik di kehidupan nyata. Dia berharap semua itu diakhiri. Rakyat Indonesia harus kembali merajut persatuan.

Baca juga:  Demo KIP Aceh, Massa FPI Minta Prabowo-Sandi Tidak Dicurangi

Zainut juga menyingung soal ‘cebong’ dan ‘kampret’. Istilah ‘cebong’ dikenal sebagai sebutan bagi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Sementara itu, ‘kampret’ merupakan istilah bagi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia berharap ini diakhiri.

“Mulai saat ini mari kita akhiri penyebutan “kampret” dan “cebong” dan kita kembali menjadi manusia yang mulia karena kita adalah saudara,” ucapnya.

Baca juga:  Penemu Surat Suara Tercoblos di Malaysia: Kami Ingin Prabowo Pimpin RI!

Zainut menambahkan, dia berharap masyarakat tidak emosional menyikapi hasil quick count atau hitung cepat. Semua harus bersabar, menahan diri hingga keluar hitungan resmi dari KPU. Jangan sampai ada yang terprovokasi mendelegitimasi lembaga negara yang sah, hingga melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum.

 

Sumber: detikcom

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.