Mercinews


Sandi Diperiksa Dokter, Alami Gangguan Lambung-Radang Tenggorokan

37c7f15f 62a2 48b7 af76 69b901aafd7d 169 - Sandi Diperiksa Dokter, Alami Gangguan Lambung-Radang Tenggorokan
Sandiaga Uno. (Foto: Dok. istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Cawapres Sandiaga Uno sudah selesai melakukan cek kesehatan di rumahnya. Hasilnya, Sandiaga diketahui memiliki gangguan pada lambung dan mengalami radang tenggorokan.

“Hasil pemeriksaan sore ini diketahui Pak Sandiaga memiliki gangguan lambung dan radang tenggorokan,” kata Tim Sandiaga, Yuga Aden, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/4/2019).

Sandiaga menjalani pemeriksaan kesehatan di kediamannya di kawasan Selong, Jakarta Selatan. Adapun dokter yang memeriksa Sandiaga yakni dokter ahli penyakit dalam dari RS Awal Bros, Kartariadi Gandadinata.

44605742 b2e3 42f4 9268 c20df14f13d5 169 - Sandi Diperiksa Dokter, Alami Gangguan Lambung-Radang Tenggorokan

Sandiaga Uno. Foto: Dok. istimewa

Yuga mengatakan, saat diperiksa, Sandiaga sempat bertanya apakah boleh melakukan kegiatan olahraga atau tidak. Dokternya menyarankan Sandiaga untuk istirahat.

Baca juga:  TKN Laporkan Pengelola Situs Jurdil2019 ke Bareskrim Polri

“Sandiaga disarankan untuk dicek darah dan kolesterolnya pada esok hari,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris BPN Prabowo-Sandiaga, Chandra Tirta menyebut Sandiaga menitipkan pesan ke partai koalisi dan relawan. Sandiaga, kata Chandra meminta menjaga C1.

“Ada beberapa pesan beliau yang harus disampaikan kepada semua partai-partai koalisi dan semua relawan-relawan, pertama perjuangan belum selesai, jadi kita harus tetap mengawal apa yang sudah terjadi di 17 April. Untuk pilpres harus tetap kita jaga prosesnya harus tetap semangat untuk mengikuti proses-prosesnya penghitungan suara dari mulai TPS, sekarang hari ini di kecamatan, kemudian di kabupaten kota dan sampai ke tingkat nasional,” kata Chandra, ditemui di kediaman Sandiaga, Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan.

Baca juga:  Total Harta Kekayaan Cawapres Sandiaga: Rp 5 Triliun

“Kita sampaikan untuk melaporkan, meng-upload semua C1 yang ada, kirim ke ayojagatps, dan juga kepada lembaga-lembaga yang ada di BPN. Intinya bahwa sekarang kita harus tetap konsentrasi untuk tetap menjaga C1, jangan sampai kertas2 atau catatannya menjadi tidak berguna atau dicurangi,” sambungnya.

 

 

Sumber: detikcom

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.