Mercinews


Sudah Tiga Kali Puasa, Korban Gempa Pijay Masih Bertahan di Huntara

20190514 img 20190514 131409 min - Sudah Tiga Kali Puasa, Korban Gempa Pijay Masih Bertahan di Huntara
Korban gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016, Nyak Gade masih bertahan di huntara. Foto: AJNN.Net/Muksalmina

Pidie Jaya, Mercinews.com – Kurang dari tiga tahun pasca gempa meluluhlantakkan Kabupaten Pidie Jaya pada 7 Desember 2016 lalu. Namun masih terdapat korban gempa di kabupaten tersebut menempati hunian sementara (huntara). Hal itu disebabkan sebagian penyintas belum mendapat bantuan rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa dari pemerintah setempat.

Seperti pantauan AJNN, Selasa (14/5) di Gampong Manyang Lancok, Kecamatan Bandar Baru. Di gampong tersebut keluarga Nyak Gade masih menempati huntara, padahal semua rumah yang tidak dapat dihuni lagi atau sama-sama masuk kategori rusak berat yang mendapat huntara di gampong tersebut sudah siap dibangun pada tahap pertama. Meski tidak diungkapkan, tetapi kekecewaan terlihat jelas dari raut wajah wanita paruh baya tersebut.

Baca juga:  Uang Korban Gempa Pidie Jaya Dipotong Rp 2,9 Juta untuk Biaya Buat Laporan

Nyak Gade bersama tiga anak laki-lakinya sudah tiga kali puasa bertahan di rumah huntara tersebut, sementara dua anak perempuan dan dua anak laki-laki yang sudah menikah tinggal di rumah mertuanya. Sementara kepala keluarga atau suami dari Nyak Gade sudah duluan menghadap sang Ilahi.

“Informasi yang saya terima, puasa ini dibangun rumah untuk kami yang masuk dalam daftar tunggu, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda mulai dibangun,” kata Nyak Gade kepada AJNN dengan nada sedih.

Baca juga:  GeRAK Aceh: Usut Tuntas Dugaan Pungli Bantuan Korban Gempa Pidie Jaya

Dihimpun AJNN, dari 1.010 unit rumah rusak akibat gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu, yang masuk dalam daftar tunggu, 297 unit diantaranya akan segera dibangun. Sementara sisanya harus menunggu anggaran dari Pemerintah Pusat.

Namun kurun dari tiga tahun pasca gempa Pidie Jaya itu, belum ada tanda-tanda pembangunan untuk rumah daftar tunggu tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, M Nasir yang dihubungi AJNN nomor selulernya sedang sibuk (panggilan ditolak). Begitupun dengan pesan singkat yang dilaulyangkan, AJNN juga belum mendapat balasan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.