Mercinews


MER-C Ancam Laporkan KPU ke Mahkamah Pidana Internasional

IMG 20190515 154448 - MER-C Ancam Laporkan KPU ke Mahkamah Pidana Internasional
MER-C Ancam Laporkan KPU ke Mahkamah Pidana Internasional

Jakarta, Mercinews.com -Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C) akan menggugat pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dan Komisi Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC).

Sebab, Pemilu dan Pilpres 2019 banyak memakan korban jiwa. Mereka menilai, pemerintah dan KPU sudah mengabaikan kasus kematian ratusan petugas KPPS.

Direktur MER-C dr Jozerizal Jurnalis mengatakan, pemerintah dan KPU terkesan mengabaikan kejadian meninggalnya 606 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sejak hari pemungutan suara 17 April 2019 hingga kekinian.

Baca juga:  Jelang Pengumuman Rekapitulasi Suara, Aktivis 98 Akan Nginap Depan KPU

“MER-C mendesak pemerintah dan KPU untuk peduli, baik dalam hal turun melihat korban-korban yang sakit dan menangani mereka. Termasuk pembiayaan rumah sakit dan seterusnya, hingga mereka sembuh, hal ini untuk mencegah kematian lebih banyak,” kata Joserizal di Kantor pusat MER-C, Jalan Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019).

Ia menegaskan, apabila pemerintah dan KPU tetap abai atas kasus bencana kemanusiaan Pemilu 2019, maka MER-C akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Pidana Internasional dan Komisi Hak Asasi Manusia PBB.

Baca juga:  Prabowo dan AHY Bertemu di Kertanegara

Namun, MER-C masih menunggu respons KPU terkait hal ini. Kalau KPU bersikap baik memenuhi keinginan mereka, maka laporan itu tidak akan dilayangkan ke ICC dan UNHRC.

Mereka juga menyatakan siap membantu mengungkap penyebab kematian petugas KPPS, dengan membentuk Tim Mitigasi Kesehatan Bencana Pemilu 2019.

Tim mitigasi itu terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, rehabilitasi medik, kedokteran kerja, neurologi, forensik, dan psikologi yang bertugas di aera Jabodetabek.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.