Mercinews


Kapolda Jabar ke Mahasiswa: Jangan Ikut People Power saat Pengumuman KPU

rudy sufahriadi jabat kapolda jabar gantikan agung budi maryoto 19412228 - Kapolda Jabar ke Mahasiswa: Jangan Ikut People Power saat Pengumuman KPU
Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi

Bandung, Mercinews.com – Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi mengajak sejumlah elemen mahasiswa untuk menciptakan situasi kondusif usai pemilu. Pihaknya meminta mahasiswa untuk tidak ikut-ikutan melakukan aksi people power saat pengumuman KPU 22 Mei 2019 mendatang.

Rudy mengatakan Kota Bandung dan daerah di Jawa Barat pada umumnya kondusif usai pemilu. Proses rapat pleno rekapitulasi pemilu oleh KPU Jabar berlangsung aman.

“Kondisi saat ini masih dalam keadaan aman dan baik-baik saja. Kita berusaha agar tetap tenang,” ucap Rudy saat bertemu mahasiswa di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (15/5/2019).

Baca juga:  PWNU Jawa Timur: Aksi People Power Haram

Saat ini, menurut dia, lembaga resmi KPU tengah bekerja melakukan rekapitulasi secara nasional. Pihaknya mengajak agar mahasiswa dan sejumlah masyarakat umumnya untuk sama-sama menunggu pengumuman resmi dari KPU.

“Sudah ada lembaga yang ditunjuk oleh dewan perwakilan rakyat yang menentukan siapa pemenangnya dalam kompetisi ini. Yang di bawah, agar masyarakat tetap tenang dan tidak ikut-ikutan,” kata Rudy.

Dalam kesempatan itu, ia mengimbau mahasiswa dan masyarakat Jabar untuk tidak ikut-ikutan melakukan aksi people power menyikapi hasil pemilu.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Jawa Barat tidak usah ikut-ikut people power ke Jakarta. Kita di sini saja jaga Jawa Barat supaya kondusif dan kita menerima apa hasilnya nanti keputusan,” tutur Rudy.

Baca juga:  Mantan Waka BIN nilai "people power" tak mungkin terjadi

Perwakilan mahasiswa, Romadon Haryansyah, mengaku siap untuk menjaga situasi kondusif di Jawa Barat. “Ini momentum politik, KPU akan mengumumkan pemenang. Saya mengajak untuk netral dan tidak terpengaruh apa pun,” ucap Romadon.

“Saya imbau jaga kondusifitas Kota Bandung dan nasional. Jika ada gerakan yang mengganggu kondusifitas, kita tangkis dari Bandung. Kita akan koordinasi dari teman-teman BEM se-Bandung,” ujar pria yang juga sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.