Mercinews


Usai Jaga Kotak Suara, Anggota TNI di Surabaya Pingsan dan Mulut Berbusa

IMG 20190517 031301 - Usai Jaga Kotak Suara, Anggota TNI di Surabaya Pingsan dan Mulut Berbusa
ANTARA FOTO/Jojon Personel TNI Angkatan Darat dari Korem 143 Haluoleo Kendari membantu mengangkat logistik Pemilu serentak 2019

Surabaya, Mercinews.com – Seorang anggota TNI Angkatan Darat bernama Praka Yudha Agnie dilaporkan kehilangan kesadaran usai melakukan pengamanan kotak suara di Markas Kepolisian Sektor Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 16 Mei 2019.

Praka Yudha dirawat di RS dr Muhammad Soewandhie, dan Kepolisian menyebutkan Praka Yudha kini sudah sadar kendati masih dalam perawatan.

Informasi diperoleh menyebutkan, Praka Yudha Agnie di-BKO untuk pengamanan kotak suara di Polsek Kenjeran sejak Selasa, 14 Mei 2019. Pada Kamis dini hari, 16 Mei 2019, sekira pukul 03.00 WIB, Praka Yudha diketahui makan sahur di Polsek Kenjeran.

Baca juga:  WNI di Australia Masih Antre untuk Nyoblos Hingga Malam Hari

Setelah itu, dia melaksanakan Salat Subuh. Usai salat, dia melanjutkan penjagaan.

Sekira pukul 08.00 WIB, Praka Yudha istirahat. Sekira pukul 12.00 WIB, bukannya bangun dari tidur, dia malah tidak sadarkan diri dengan kondisi mulut berbusa.

Diketahui terjadi gangguan kesehatan, dia kemudian dibawa ke RSUD dr Muhammad Soewandhie Surabaya. Hasil CT-scan pihak rumah sakit, Praka Yudha mengalami pendarahan otak ICH (Intra Cerebral Temorragic). Dia kemudian dirawat di ruang stroke.

IMG 20190517 100801 - Usai Jaga Kotak Suara, Anggota TNI di Surabaya Pingsan dan Mulut Berbusa

Praka Yudha dirawat di RS

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera membenarkan informasi tersebut. “Dia (Praka Yudha Agnie) memang anggota yang diperbantukan di PPS,” katanya dikonfirmasi VIVA pada Kamis malam.

Baca juga:  Eks Kapolsek: 27 Tahun jadi Polisi Baru Kali Ini Berpihak

Barung mengatakan bahwa musabab pendarahan otak yang dialami oleh Praka Yudha sudah dianalisis. Dia menyarankan agar meminta penjelasan soal itu kepada pihak dokter yang menangani.

“Bukan karena makanan yang dibagikan di Polsek. Seakan-akan karena makanan, itu enggak benar. Saat ini yang bersangkutan juga sudah sadar,” ujarnya. (ase)

Sumber: Viva.co.id

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.